Sabtu, 09 Februari 2013

SAP (Satuan Acara Penyuluhan)



SATUAN ACARA PENYULUHAN

TOPIK                                                : Kebutuhan Ibu Hamil TM III
SUB TOPIK                            : Senam hamil
HARI/ TANGGAL                  : Senin / 02 Juli 2012
WAKTU                                  : Pukul 10.30 s/d 10.45 WIB
DURASI                                  : 15 menit
TEMPAT                                 : RSB Al Hasanah Madiun
SASARAN                              : Ny ”E”
TUJUAN                                 :
1.      Tujuan Instruksional Umum         :  Setelah dilakukan penyuluhan, klien mengerti cara melakukan senam hamil.
2.      Tujuan Instruksional Khusus       : Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan:
-         Klien mampu menjelaskan kembali cara senam hamil TM III
MANFAAT                             :
1.      Bagi Klien                    :    Klien dapat melakukan senam hamil.
2.      Bagi Mahasiswa           :    Mahasiswa dapat menerapkan teori yang didapat dari pembelajaran untuk menerapkannya pada lahan praktek.
3.      Bagi Lahan                  :    Membantu rumah sakit setempat untuk memberikan penyuluhan tentang senam hamil.
METODE                                :  Ceramah
MEDIA                                    :  Leaflet
LANGKAH-LANGKAH PENYULUHAN     :
NO
PROSES
WAKTU
KEGIATAN
1
Pendahuluan
1)   Memberi salam
2)   Perkenalan
3)   Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan

5 menit



1)   Menjawab salam
2)   Mendengarkan
3)   Mendengarkan dan mem-perhatikan
2
Inti
Menjelaskan cara senam hamil
5 menit

Memperhatikan penjelasan dan mencermati materi yang diberikan
3
Penutup
1)   Menyimpulkan hasil penyuluhan
2)   Pendengar disuruh mengulang kembali penjelasan yang sudah disampaikan
3)   Memberikan kesempat-an kepada pendengar untuk memberikan masukan, sanggahan atau bertanya
4)   Mengakhiri dengan salam
5 menit

1)        Memperhatikan
2)        Menjawab
3)        Mengkritik, menyanggah, memberi masukan, dan bertanya
4)        Menjawab salam

MATERI                                  : Terlampir
EVALUASI                             : Bagaimana cara melakukan senam hamil ?
REFERENSI                            :
Indiarti, 2008. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. 1001 Tentang Kehamilan.
Henderson Cristine, 2001. Konsep Kebidanan, EGC, Jakarta.



SENAM HAMIL

A.     Definisi Senam Hamil
Senam hamil ialah suatu bentuk latihan yang kegunaannya untuk memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligament-ligament, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses persalinan (FK Unpad, 1998 cit Hanafi, 2008).
Lama kehamilan yaitu 280 hari atau 40 pekan (minggu) atau 10 bulan yang terbagi dalam 3 triwulan yaitu triwulan I (0-12 minggu), triwulan II (12-28 minggu), dan triwulan III (28-40 minggu) sehingga rumus yang dibuat Naegele digunakan untuk menentukan hari perkiraan lahir (HPL) (Mochtar, 1999).   Meskipun demikian, senam hamil dilakukan setelah kehamilan berumur 20-22 minggu (Manuaba, 1999)
B.     Tujuan Senam Hamil
1.      Tujuan Umum Senam Hamil:                                                                      
a.       Melalui latihan senam hamil yang teratur dapat dijaga kondisi otot-otot dan persendian yang berperan dalam proses mekanisme persalinan.
b.      Mempertinggi kesehatan fisik dan psikis serta kepercayaan pada diri. sendiri dan     penolong dalam menghadapi persalinan.
c.       Membimbing wanita menuju suatu persalinan yang fisiologis.
2.      Tu juan Khusus Senam Hamil
a.       Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, otot-otot dasar panggul, ligamen dan jaringan serta fasia yang berperan dalam mekanisme persalinan.
b.      Melonggarkan persendian-persendian yang berhubungan dengan proses persalinan.
c.       Membentuk sikap tubuh yang prima, sehingga dapat membantu mengatasi keluhan-keluhan, letak janin dan mengurangi sesak nafas.
d.      Menguasai teknik-teknik pernafasan dalam persalinan,
e.       Dapat mengatur diri kepada ketenangan
C.     Syarat Senam Hamil
Ada beberapa syarat yang harus diperhatikan oleh ibu hamil sebelum mengikuti senam hamil, syarat tersebut antara lain:
1.      Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
2.      Latihan dilakukan setelah kehamilan mencapai 22 minggu, Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu,
3.      Sebaiknya latihan dilakukan di rumah sakit atau klinik bersalin dibawah pimpinan instruktur senam hamil (Mochtar, 1999).
D.    Gerakan Senam Hamil
1.      Latihan Pendahuluan
Tujuan latihan pendahuluan ini adalah untuk mengetahui daya kontraksi otot- otot tubuh, luas gerakan persendian, dan mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri dan kekakuan tubuh.
a.       Latihan satu
Sikap : Duduk tegak bersandar ditopang kedua tangan, kedua tungkai kaki diluruskan dan dibuka sedikit, seluruh tubuh lemas dan rileks.
Latihan :
1)      Gerakkan kaki kiri jauh kedepan, kaki kanan jauh kebelakang, lalu sebaliknya gerakan kaki kanan jauh kedepan kaki jauh ke belakang. Lakukan masing- masing 8 kali.
2)      Gerakan kaki kanan dan kiri sama- sama jauh ke depan dan ke belakang.
3)      Gerakan kaki kanan dan ke kiri bersama- sama ke kanan dan ke kiri.
4)      Gerakan kaki kanan dan kiri bersama- sama kearah dalam sampai ujung jari menyentuh lantai, lalu gerakan kedua kaki kearah luar.
5)      Putaran kedua kaki bersama- sama kearah kanan dan kiri masing- masing 4 kali.
6)      Angkat kedua lutut tanpa menggeser kedua tumit dan bokong, tekanan kedua tungkai ke lantai sambil mengerutkan otot dubur, lalu tarik otot perut sebelah atas simpisis ke dalam kemudian rileks kembali. Lakukan sebanyak 8 kali
yuana+senam1
b.      Latihan Dua
Siakap     :  Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus dan rapat.
Latihan    :  Letakan tungkai kanan diatas tungkai kiri, kemudian tekan tungkai kiri dengan kekuatan seluruh tungkai kanan sambil menempeskan dinding perut bagian atas dan mengerutkan liang dubur selama beberapa saat, kemudian istirahat. Ulangi gerakan ini dengan tungkai kiri atas dan tungkai kanan. Lakukan gerakan tersebut masing- masing 8 kali.
c.       Latihan Tiga
Sikap : Duduk  tegak, kedua tungkai lurus, rapat dan rileks.
Latihan :
1)      Angkat tungkai kanan dan kiri, lalu letakan kembali, angkat tungkai kiri ke atas, lalu letakkan kembali, lakukan hal ini berganti- ganti sebanyak 8 kali.
2)      Lakukan pula latihan seperi diatas dalam posisi berbaring terlentang, kedua tungkai kaki lurus, angkat ke dua tungkai bersama- sama, kedua lutut jangan di tekuk, kemudian turunkan kembali perlahan- lahan.Lakukan gerakan ini 8 kali.
yuana+senam
d.      Latihan Empat
Sikap      :  Duduk bersila, badan tegak, kedua tangan diatas bahu, kedua lengan disamping.
Latihan  :
1)      Tekan samping payudara dengan sisi lengan atas.
2)      Lalu putaran kedua lengan tersebut kedepan, ke atas sampai telinga.
3)      Teruskan samping belakang dan akhirnya kembali ke sikap semula. Lakukan gerakan- gerakan di atas sebanyak 8 kali.
yuana+senam3
e.       Latihan Lima
Sikap      :  Berbaringlah miring pada sebelah sisi dengan lutut ditekuk
Tidurlah dengan posisi yang nyaman!
Latihan :
1)      Tidurlah terlentang dan tekuklah lutut jangan terlalu lebar, arah telapak tangan ke bawah dan berada di samping badan.
2)      Angkat pinggul sampai badan tungkai atas membentuk sudut dengan lantai yang ditahan oleh kedua kaki.
3)      Turunkan pelan- pelan.
4)      Lakukanlah sebanyak 8 kali.
f.        Latihan Enam
Sikap      :  Berbaringlah terlentang, kedua tungkai lurus, kedua lengan berada disamping badan, keseluruhan badan rileks.
Latihan    :  Panjangkan tungkai kanan dengan menarik tungkai kiri mendekati bahu kiri, lalu kembali pada posisi semula. Ingat kedua lutut tidak boleh ditekuk. Keadaan dan gerakan serupa dilakukan sebaliknya untuk tungkai kiri. Setiap gerakan dilakukan masing- masing 2 kali. Latihan ini diulangi sebanyak 8 kali.
g.        Latihan Tujuh
Sikap      :  Panggul diputar kekanan dan kekiri masing- masing empat kali. Gerakan panggul kekiri yang dilakukan sebagai berikut : letakan pinggul ke lantai sambil mengempiskan perut dan  mengerutkan otot dubur, gerakan panggul kekanan, angkat pinggul, gerakan kekiri dan seterusnya.
Cara- cara latihan pendahuluan diatas beberapa hari sampai wanita hamil dapat melakukan latihan inti, sebagai berikut :
2.      Latihan Inti
a.       Latihan pembentukan sifat tubuh
Untuk mendapatkan sikap tubuh yang baik selama hamil, karena sikap tubuh yang baik menyebabkan tulang pinggul naik, sehingga janin berada dalam kedudukan normal. Sedangkan letak tubuh yang tidak baik akan menyebabkan tulang panggul turun, sehingga kedudukan janin kurang baik.
b.      Latihan kontrksi dan relaksasi
Untuk memperoleh sikap tubuh dan mengatur relaksasi pada waktu yang diperlukan.
c.       Latihan pernapasan
Untuk melatih beberapa teknik pernafasan supaya dapat dipergunakan pada waktunya sesuai kebutuhan.
Syarat guna mendapatkan pernafasan yang sempurna adalah relaksasi seluruh tubuh, berkonsentrasi, dan untuk melemaskan otot- otot dinding perut dan pernafasan maka kedua lutut harus ditekuk.
Selama kehamilan betul- betul latihan ini dilakukan secara terpadu dan cara latihannya dibagi menurut umur kehamilan, yaitu latihan pada kehamilan minggi 22-25, 26-30, dan minggu ke 35 keatas.
1)      Minggu 22-25
a)      Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap      :  Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping badan dan santai (rileks).
Latihan    :  Angkat pinggang sampai badan membentuk lengkungan. Lalu tekankan pinggang ke lantai sambil mengempiskan perut, serta kerutkan otot-otot dubur. Lakukan berulang kali (8-10 kali).
P16-05-10_08-35
b)      Latihan kontraksi relaksasi
Sikap      :  berbaring terlentang kedua lengan di samping badan kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks
Latihan   :  Tegangkan otot-otot muka dengan jalan mengerutkan dahi, mengatupkan tulang rahang dan menegangkan otot-otot leher selama beberapa detik, lalu lemaskan dan rileks (8-10 kali)


c)      Latihan pernafasan
Sikap      :  berbaring terlentang kedua lengan di samping badan kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks
Latihan :
1)      Letakkan tangan kiri di atas perut
2)      Melakukan pernafasan diafragma: Tarik nafas melalui hidung, tangan kiri naik ke atas mengikuti dinding perut yang menjadi naik, lalu hembuskan nafas melalui mulut. Frekuensi latihan adalah 12-14 kali per menit.
3)      Lakukan gerakan pernafasan ini sebanyak 8 kali dengan interval 2 menit.
Latihan-latihan tersebut di atas bertujuan untuk mempercepat timbulnya relaksasi, menghilangkan rasa nyeri his kala pendahuluan dan his kala pembukaan, dan untuk mengatasi rasa takut dan stres.
d)      Minggu ke 26-30
a.       Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap     :  merangkak, kedua tangan sejajar bahu. Tubuh sejajar dengan lantai, sedangkan tangan dan paha tegak lurus
Latihan:
1)      Tundukkan kepala, sampai terlihat ke arah vulva, pinggang di angkat sambil mengempiskan perut bawah dan mengerutkan dubur
2)      Lalu turunkan pinggang, angkat kepala sambil lemaskan otot-otot dinding perut dan dasar panggul. Ulangi kegiatan di atas sebanyak 8 kali.
P16-05-10_08-36
b.      Latihan kontraksi dan relaksasi
Sikap     :  berbaring terlentang kedua tangan di samping badan kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks
Latihan   :  lemaskan seluruh tubuh, kepalkan kedua lengan dan tegangkan selama beberapa detik, lalu lemaskan kembali. Kerjakan sebanyak 8 kali.
c.       Latihan Pernafasan
Sikap     :  berbaring terlentang, kedua kaki ditekuk pada lutut, kedua lengan di samping badan dan lemaskan badan
Latihan:
1)       Lakukan pernafasan dada yang dalam selama 1 menit, lalu diikuti dengan pernafasan diafragma. Kombinasi kedua pernafasan ini dilakukan 8 kali dengan interval 2 menit.
2)      Latihan pernafasan bertujuan untuk mengatasi rasa nyeri (sakit) his pada waktu persalinan.
c)      Minggu ke 31-34
a.       P16-05-10_08-36[2]Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap     :  Berdiri tegak kedua lengan di samping badan kedua kaki selebar bahu dan berdiri rileks
P16-05-10_08-36[3]Latihan:
1)         Lakukan gerakan jongkok perlahan-lahan badan tetap lurus lalu tegak berdiri perlahan-lahan.
2)         Pada mula berlatih, supaya jangan jatuh kedua tangan boleh berpegangan misalnya sandaran kursi (8 kali).




b.      Latihan kontraksi dan relaksasi
Sikap     :  tidur terlentang, kedua lengan di samping badan kedua kaki ditekuk dan lemaskan badan.
Latihan   :  Lakukan pernafasan diafragma dan pernafasan dada yang dalam seperti telah dibicarakan
c.       Latihan pernafasan
Latihan pernafasan seperti telah diharapkan tetap dengan frekuensi 26-28 per menit dan lebih cepat. Gunanya untuk menghilangkan rasa nyeri.
d)      Minggu ke 35 sampai akan partus
a.       Latihan pembentukan sikap tubuh
Sikap     :  berbaring terlentang, kedua lengan di samping badan kedua kaki ditekuk pada lutut dan rileks.
Latihan   :  angkat badan dan bahu, letakkan dagu di atas dada melihatlah ke arah vulva. Kegiatan ini pertahankan beberapa saat, lalu kembali ke sikap semula dan santailah. Latihan ini diulang 8 kali dengan interval 2 menit
b.      Latihan kontraksi dan relaksasi
Sikap     :  tidur terlentang, kedua lengan di samping badan, kedua kaki lurus, lemaskan seluruh tubuh, lakukan pernafasan secra teratur dan berirama
P16-05-10_08-36[4]Latihan   :  tegangkan seluruh otot tubuh dengan cara: katupkan rahang kerutkan dahi, tegangkan otot-otot leher, kepalkan kedua tangan, tegangkan bahu, tegangkan otot-otot perut, kerutkan dubur, tegnagkan kedua tungkai kaki, dan tahan nafas. Setelah beberapa saat kembali ke sikap semula dan lemaskan seluruh tubuh (9 kali).
c.       Latihan pernafasan
Sikap     :  tidur terlentang, kedua lutut dipegang oleh kedua lengan dan rileks.
Latihan   :  buka  mulut sedikit dan bernafaslah sedalam- dalam nya, lalu tutup mulud.Latihan mengejan seperti buang air besar kearah bawah dan depan.Setelah lelah mengejan kembali keposisi semula.
3.      Latihan Penenangan
Tujuan    : latihan ini berguna untuk menghilangakan tekanan pada waktu melahirkan. Dengan latihan ini diharapkan ibu dapat menjadi tenang.
Sikap     : berbaringlah miring kearah punggung janin.
Latihan   : tenang, lemaskan seluruh badan, mata dipicingkan, hilangkan semua suara yang menunggu, atasi tekanan. Lakukan kurang lebih 5-10 menit.
4.      Latihan Relaksasi
Syarat  :
a.       Tutuplah mata dan tekukkan semua persendian.
b.      Lemaskan seluruh otot – otot badan termasuk muka.
c.       Pilihlah tempat yang tenang atau tutuplah mata dan telinga.
d.      Pusatkan pikiran pada satu titik, misalnya pada irama pernapasan.
e.       Pilihlah posisi relaksasi yang paling disenangi.
Ada  4 posisi relaksasi, yaitu : a) posisi terlentang kedua kaki lurus, b) berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, c) berbaring miring, atau d) posisi relaksasi sedang duduk, yaitu dengan duduk menghadap sandaran kursi dalam posisi membungkuk, kedua kaki ke lantai, kedua tangan di atas sandaran kursi. Duduk dengan tenang.
Pada 4 posisi diatas relaksasi dilakukan dengan jalan menutup /memicingkan mata, melemaskan otot-otot seluruh tubuh, tenang dan bernafas dalam dan teratur. Gunanya untuk memberikan ketenangan dan mengurangi nyeri pleh his, karena itu dapat dilakukan pada kala pendahuluan dan kala pembukaan.


SATUAN ACARA PENYULUHAN

TOPIK                                                : Resiko Kehamilan
SUB TOPIK                            : Tanda Bahaya Kehamilan TM III
HARI/ TANGGAL                  : Senin/ 02 Juli 2012
WAKTU                                  : Pukul 10.45 s/d 11.00 WIB
DURASI                                  : 15 menit
TEMPAT                                 : RSB Al Hasanah Madiun
SASARAN                              : Ny ”T
TUJUAN                                 :
1.      Tujuan Instruksional Umum           :    Setelah dilakukan penyuluhan, klien mengetahui tanda bahaya kehamilan TM III.
2.      Tujuan Instruksional Khusus          :    Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan :
-    Klien mampu menjelaskan kembali tanda bahaya kehamilan TM III.
MANFAAT                             :
1.      Bagi Klien                     :   Klien dapat mengetahui tanda bahaya kehamilan TM  III.
2.      Bagi Mahasiswa            :   Mahasiswa dapat menerapkan teori yang didapat dari pembelajaran untuk menerapkannya pada lahan praktek.
3.      Bagi Lahan                  :    Membantu rumah sakit setempat untuk   memberikan penyuluhan tentang tanda bahaya kehamilan TM III.
METODE                                :  Ceramah
MEDIA                                    :  Leaflet



LANGKAH-LANGKAH PENYULUHAN     :
NO
PROSES
WAKTU
KEGIATAN
1
Pendahuluan
1)    Memberi salam
2)    Perkenalan
3)    Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan
5 menit



1)   Menjawab salam
2)   Mendengarkan
3)   Mendengarkan dan mem-perhatikan
2
Inti
Menjelaskan tanda bahaya kehamilan.

5 menit

Memperhatikan penjelasan dan mencermati materi yang diberikan
3
Penutup
1)   Menyimpulkan hasil penyuluhan
2)   Pendengar disuruh mengulang kembali penjelasan yang sudah disampaikan
3)   Memberikan kesempat-an kepada pendengar untuk memberikan masukan, sanggahan atau bertanya
4)   Mengakhiri dengan salam
5 menit

1)        Memperhatikan
2)        Menjawab
3)        Mengkritik, menyanggah, memberi masukan, dan bertanya
4)        Menjawab salam

MATERI                                  : Terlampir
EVALUASI                             : Apa saja tanda bahaya kehamilan itu ?
REFERENSI                            :
Indiarti, 2008. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. 1001 Tentang Kehamilan.
Henderson Cristine, 2001. Konsep Kebidanan, EGC, Jakarta.

TANDA BAHAYA DALAM KEHAMILAN

Kasus kegawatdaruratan obstetri adalah kasus obstetri yang apabila tidak segera ditangani akan berakibat kematian ibu dan janinnya. Kasus ini menjadi penyebab utama kematian ibu, janin serta bayi baru lahir. Empat penyebab utama kematian ibu ialah:
o perdarahan
o infeksi dan sepsis
o hipertensi dan preeklamsi/eklamsia
o persalinan macet (distosia)
Persalinan macet hanya terjadi pada saat persalinan berlangsung, sedangkan ketiga penyebab lain dapat terjadi dalam kehamilan, persalinan, dan dalam masa nifas. Berikut ini hanya akan dibahas mengenai tanda-tanda bahaya atau kegawatdaruratan yang terjadi dalam kehamilan. Tanda-tanda bahaya yang perlu diwaspadai dalam kehamilan muda antara lain:
�� Perdarahan pervaginam
�� Hipertensi Gravidarum
�� Nyeri perut bagian bawah
Mengingat manifestasi klinik kasus gawat darurat obstetri berbeda-beda dalam rentang yang cukup luas, mengenal kasus tersebut tidak selalu mudah dilakukan, tergantung pada pengetahuan, kemampuan daya pikir dan daya analisis, serta pengalaman tenaga penolong.
Kesalahan atau pun keterlambatan dalam menentukan kasus dapat berakibat fatal. Oleh karena itu, saat menerima kasus, haruslah dianggap sebagai kasus gawat darurat atau setidaknya berpotensi menjadi gawat darurat, sampai hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa kasus tersebut bukan gawat darurat.
1.      Perdarahan Pervaginam
Perdarahan yang terjadi pada hamil muda dapat disebabkan oleh berbagai kemungkinan. Oleh karena itu, diperlukan analisis dan pemeriksaan yang cermat untuk menentukan penyebabnya.
2.      Keluar cairan pervaginam
Pengeluaran cairan pervaginam pada kehamilan lanjut merupakan kemungkinan mulainya persalinan lebih awal. Bila pengeluaran berupa mucus bercampur darah (blood show) dan mungkin disertai mules, kemungkinan persalinan akan dimulai lebih awal. Bila pengeluaran berupa cairan, perlu diwaspadai terjadinya ketuban pecah dini (KPD).
Untuk menegakkan diagnosis KPD perlu diperiksa apakah cairan yang keluar tersebut adalah cairan ketuban. Pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan speculum untuk melihat dari mana asal cairan, kemudian pemeriksaan reaksi pH basa.
3.      Gerakan janin tidak teraba
Apabila ibu hamil tidak merasakan gerakan janin sesudah usia kehamilan 22 minggu atau selama persalinan, maka perlu waspada terhadap kemungkinan gawat janin atau bahkan kematian janin dalam uterus.
Gerakan janin berkurang atau bahkan hilang dapat juga terjadi pada solusio plasenta dan rupture uteri. Menurut Sadovsky (1979), jumlah rata-rata pergerakan fetus perminggu adalah 50 sampai 950 gerakan . Variasi hariannya yang paling rendah adalah 4 – 10 per 12 jam pada kehamilan normal.



SATUAN ACARA PENYULUHAN

TOPIK                                                : Persalinan
SUB TOPIK                            : Tanda-tanda Persalinan
HARI/ TANGGAL                  : Senin/ 02 Juli 2012
WAKTU                                  : Pukul 11. 00 s/d 11. 15 WIB
DURASI                                  : 15 menit
TEMPAT                                 : RSB Al Hasanah Madiun
SASARAN                              : Ny ”T”
TUJUAN                                 :
1.           Tujuan Instruksional Umum        :    Setelah dilakukan penyuluhan, klien mangetahui tanda-tanda persalinan.
2.           Tujuan Instruksional Khusus       :    Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan :
-    Klien menjelaskan kembali tanda-tanda persalinan.
-    Klien tahu harus berbuat apa ketika menjumpai tanda- tanda tersebut.
MANFAAT                             :
1.      Bagi Klien                  :  Klien dapat mengetahui tanda-tanda persalinan.
2.      Bagi Mahasisiwa         : Mahasiswa dapat menerapkan teori yang didapat dari pembelajaran untuk menerapkannya pada lahan praktek.
3.      Bagi Lahan                 : Membantu rumah sakit setempat untuk memberikan penyuluhan tentang tanda- tanda persalinan.
METODE                                :  Ceramah
MEDIA                                    :  Leaflet
LANGKAH-LANGKAH PENYULUHAN     :
NO
PROSES
WAKTU
KEGIATAN
1
Pendahuluan
1)   Memberi salam
2)   Perkenalan
3)   Menjelaskan maksud dan tujuan penyuluhan
5 menit



1)   Menjawab salam
2)   Mendengarkan
3)   Mendengarkan dan mem-perhatikan
2
Inti
Menjelaskan tanda-tanda persalinan

5 menit

Memperhatikan penjelasan dan mencermati materi yang diberikan
3
Penutup
1)   Menyimpulkan hasil penyuluhan
2)   Pendengar disuruh mengulang kembali penjelasan yang sudah disampaikan
3)   Memberikan kesempat-an kepada pendengar untuk memberikan masukan, sanggahan atau bertanya
4)   Mengakhiri dengan salam
5 menit

1)        Memperhatikan
2)        Menjawab
3)        Mengkritik, menyanggah, memberi masukan, dan bertanya
4)        Menjawab salam

MATERI                                  : Terlampir
EVALUASI                             : 1.  Bagaimana tanda-tanda persalinan ?
2.  Kepada siapa ibu menghubungi ketika mengetahui tanda- tanda persalinan tersebut?     
REFERENSI                            :
Indiarti, 2008. Panduan Lengkap Kehamilan, Persalinan dan Perawatan Bayi. 1001 Tentang Kehamilan.
Henderson Cristine, 2001. Konsep Kebidanan, EGC, Jakarta.
Wiknjosastro, Hanifa. 1999. Ilmu Kebidanan Edisi ke 3 Cetakan ke 5. YBPSP. Jakarta.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar